JAKARTA,INDEPENDENSIBER.COM– Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Hantavirus, sebuah kelompok virus yang ditularkan terutama oleh hewan pengerat (tikus). Meski bukan penyakit baru, infeksi virus ini tetap menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat karena dapat menyebabkan komplikasi fatal pada paru-paru dan ginjal.
Hantavirus dapat memicu dua kondisi medis utama, yaitu Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang sistem pernapasan, dan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang berdampak pada fungsi ginjal.
Mekanisme Penularan
Virus ini tidak menyebar antar-manusia, melainkan melalui kontak dengan tikus yang terinfeksi. Penularan kepada manusia umumnya terjadi melalui beberapa cara. Masing-masing Inhalasi (Udara). Yaitu menghirup partikel udara yang tercemar urine, tinja, atau air liur tikus yang mengering (aerolisasi).
Kontak langsung dengan menyentuh jaringan tubuh, cairan, atau kotoran tikus, lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut sebelum mencuci tangan.
Gigitan hewan pengerat meski jarang terjadi gigitan dari tikus yang membawa virus dapat menularkan penyakit ini secara langsung.
Gejala yang Harus Diwaspadai
Gejala awal infeksi Hantavirus kerap menyerupai flu biasa (flu-like symptoms), sehingga sering kali terlambat disadari. Gejala fase awal meliputi demam tinggi dan sakit kepala.
Nyeri otot (terutama di bagian paha, punggung, dan bahu). Kelelahan ekstrem, pusing, dan gangguan pencernaan.
Terpenting, jika memasuki fase lanjut (biasanya 4 hingga 10 hari setelah fase awal), pasien HPS akan mengalami sesak napas akut dan batuk parah akibat paru-paru yang terisi cairan.
Pada fase ini, tingkat kematian (fatality rate) dapat mencapai 38 persen.
Langkah Pencegahan Utama
Hingga saat ini, belum ada pengobatan spesifik atau vaksin khusus untuk menyembuhkan infeksi Hantavirus. Karenanya, langkah pencegahan berfokus pada pengendalian populasi tikus dan menjaga kebersihan lingkungan.
Menutup semua akses atau lubang di rumah yang berpotensi menjadi sarang tikus. Memastikan tempat sampah tertutup rapat dan membersihkan sisa makanan yang dapat mengundang tikus.
Saat membersihkan area yang diduga menjadi sarang tikus, gunakan masker dan sarung tangan.
Basahi kotoran tikus dengan cairan disinfektan atau pemutih terlebih dahulu sebelum disapu agar partikel virus tidak terbang ke udara.
Otoritas kesehatan mengingatkan warga yang mengalami demam tinggi disertai riwayat kontak dengan area yang banyak terdapat tikus untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Tujuannya agar mendapatkan penanganan medis lebih awal.







