Menu ✖

Mode Gelap

Daerah · 8 Jun 2026 11:18 WIB

Jalur Pendakian Gunung Slamet Kembali Dibuka Pada Juni Ini


					pemberitahuan, foto Lingkar Gunung Slamet net Perbesar

pemberitahuan, foto Lingkar Gunung Slamet net

PURBALINGGA,INDEPENDENSIBER.COM-  Kabar baik bagi para pencinta alam dan penjelajah ketinggian. Setelah ditutup pada Sabtu (4/4/2026) lalu akibat peningkatan aktivitas vulkanik dan pemulihan ekosistem, jalur pendakian Gunung Slamet resmi dibuka kembali untuk umum pada bulan Juni 2026 ini.

Keputusan ini diambil setelah pos pengamatan Gunung Api (PGA) Slamet menyatakan status aktivitas gunung tertinggi di Jawa Tengah tersebut telah turun ke Level I (Normal) dan relatif stabil. Pihak Perhutani KPH Banyumas Timur bersama Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) terkait telah melakukan koordinasi ketat dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Kuota Terbatas dan Sistem Booking Online

Untuk menjaga kelestarian alam dan mengantisipasi lonjakan pengunjung, pihak pengelola menerapkan aturan baru yang lebih ketat. Salah satunya adalah pembatasan kuota pendaki harian dan kewajiban registrasi secara daring.

“Kami tidak ingin ada penumpukan massa di pos-pos pendakian demi keselamatan bersama dan kelestarian ekosistem. Oleh karena itu, sistem booking online kini sepenuhnya diberlakukan,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga, Revon Haprindiat, Senin (8/6/2026).

Berikut adalah beberapa poin penting yang wajib diperhatikan oleh para calon pendaki:

Registrasi Online: Pendaftaran dilakukan melalui situs resmi yang ditunjuk pengelola minimal H-3 sebelum pendakian.

Pembatasan Kuota: Setiap jalur pendakian (seperti Bambangan, Guci, dan Dipajaya) hanya menyediakan kuota maksimal 200 hingga 300 pendaki per hari.

Pemeriksaan Kesehatan:

Pendaki wajib membawa surat keterangan sehat terbaru dari dokter.

Manajemen Sampah: Aturan zero waste diperketat; setiap barang bawaan yang berpotensi menjadi sampah akan didata di basecamp dan wajib dibawa turun kembali.

Imbauan untuk Para Pendaki

Meski status dinyatakan aman (Normal), pihak pengelola tetap mengimbau para pendaki untuk tidak meremehkan jalur Gunung Slamet yang terkenal dengan medannya yang terjal dan cuacanya yang cepat berubah.

Pendaki dilarang keras mendekati bibir kawah aktif dalam radius tertentu yang telah dipetakan oleh pihak berwenang. Perlengkapan mendaki yang standar, logistik yang cukup, serta kesiapan fisik yang matang menjadi syarat mutlak yang tidak boleh ditawar.

Dengan dibukanya kembali jalur pendakian ini, roda perekonomian warga di sekitar basecamp yang sempat lesu kini diharapkan dapat kembali menggeliat, sembari tetap menjaga komitmen kelestarian lingkungan dan keselamatan bersama.

Artikel ini telah dibaca 38 kali

Baca Lainnya

Liga Mandiri KU-15 PSSI Purbalingga 2026 Rampung, Braling United Juara 1

27 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Komite Pembinaan Usia Muda Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Purbalingga merampungkan Turnamen Liga Mandiri Kelompok Usia 15 Tahun 2026 di lapangan hijau Desa Gembong.

FGBI Jawa Tengah Dorong Penguatan Kemahiran Berbahasa Indonesia, Lahirkan Talenta Sastra Berbakat Lomba Baca Puisi dan Berpidato

27 Oktober 2026 - 13:49 WIB

FGBI sukses merampungkan babak final lomba baca puisi dan berpidato tingkat provinsi di Gedung Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Semarang, Senin, 26 Oktober 2026.

Panitia Pilkades Belum Mengumumkan DPT

25 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Polres Purbalingga dan Bapanas Turun Ke Pasar Cek Harga Sembako

16 Oktober 2026 - 16:07 WIB

MGMP Bahasa Indonesia SMP Purbalingga Gelar Lomba Berpidato dan Baca Puisi Memperingati Bulan Bahasa 2026

7 Oktober 2026 - 12:36 WIB

MGMP SMP Purbalingga menggelar Lomba Bulan Bahasa SMP Purbalingga 2026 cabang baca puisi dan pidato

Menelisik Berbagai Tantangan Klasik dan Kontemporer Pendidikan di Indonesia

5 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Trending di Nasional