PURBALINGGA. Independensiber.com- Pesta demokrasi tingkat desa di Kabupaten Purbalingga bersiap menyambut gelaran akbar. Di balik semaraknya persiapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026, aspek keamanan menjadi fondasi utama agar proses pergantian kepemimpinan di tingkat akar rumput ini berjalan lancar, damai, dan kondusif.
Namun, menjaga keamanan pesta rakyat ini tentu tidak cukup hanya dengan niat baik. Dalam Rapat Koordinasi Persiapan Pengamanan Pilkades Serentak 2026 di Aula Wicaksana Laghawa Polres Purbalingga, belum lama ini, terungkap bahwa total kebutuhan anggaran pengamanan yang diajukan mencapai Rp 1.318.255.000.
Anggaran sebesar itu bukanlah angka sembarang. Kapolres Purbalingga AKBP Hendry Susanto Sianipar menjelaskan bahwa dana tersebut dirancang secara komprehensif untuk mengawal seluruh lini pengamanan, mulai dari tahap praoperasi, pelaksanaan operasi, hingga pascaoperasi.
Penyesuaian anggaran ini juga tidak lepas dari pola baru pengamanan. Berdasarkan direktif Kapolda Jawa Tengah tertanggal 11 September 2026, pengamanan Pilkades tahun ini dijalankan dalam bentuk operasi kepolisian mandiri kewilayahan, yang menuntut standar operasional yang lebih rinci dan terukur dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Sinergi Personel dan Kesiapan Daerah
Selain urusan finansial, tantangan besar lainnya berada di sektor sumber daya manusia. Polres Purbalingga memproyeksikan kebutuhan sebanyak 1.331 personel gabungan untuk mengamankan jalannya kontestasi.
Dari jumlah tersebut, Polres Purbalingga baru bisa menyuplai 672 personel dari kekuatan internal. Artinya, masih ada sisa kebutuhan sebanyak 659 personel Bawah Kendali Operasi (BKO) yang harus didatangkan dari luar, baik melalui perbantuan polres tetangga, Sekolah Polisi Negara (SPN), maupun Satuan Brimob.
Menanggapi kebutuhan masif ini, Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif menyambut positif dan menegaskan pentingnya persiapan matang demi mengantisipasi segala potensi kerawanan.
“Kami sangat sepakat bahwa kita harus melakukan persiapan dengan baik, khususnya untuk mengantisipasi ketika terjadi kondisi tertentu, sehingga seluruh tahapan dapat berjalan kondusif sampai pelantikan pada Maret 2027,” ujar Fahmi.
Meski dihadapkan pada tantangan keterbatasan fiskal daerah lantaran kebutuhan ini muncul di tengah tahun anggaran, Pemkab Purbalingga tetap menunjukkan komitmen kuatnya. Bupati Fahmi memastikan pihaknya bersama jajaran pimpinan daerah akan berupaya keras melakukan penyesuaian pos-pos anggaran demi memberikan dukungan tambahan bagi Polres Purbalingga.
“Insyaallah kita siap, kita support semaksimal mungkin dari Pemkab Purbalingga yang bisa kita lakukan. Kami berkomitmen untuk berkolaborasi dan bersinergi dengan Polres Purbalingga untuk memastikan Pilkades berjalan baik, lancar, tidak ada halangan, dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya optimis.
Dengan sinergi yang erat antara aparat penegak hukum dan pemerintah daerah, harapan masyarakat Purbalingga akan terselenggaranya Pilkades yang aman, tertib, dan demokratis tentu berada di jalur yang tepat menuju pelantikan di awal tahun depan.







