INDEPENDENSIBER.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi pelemahan pengaruh Monsun Australia selama sepekan ke depan.
Sebaliknya, sejumlah fenomena atmosfer justru menunjukkan peningkatan aktivitas yang memicu potensi curah hujan tinggi.
“Pengaruh Monsun Australia diprakirakan sedikit melemah seiring meningkatnya aktivitas MJO yang berada pada fase 3 atau Samudra Hindia dan mulai berdampak terhadap wilayah Indonesia,” tulis BMKG dalam laporan Potensi Hujan Indonesia Sepekan ke Depan Periode 15-21 Mei.
Pelemahan ini memicu aliran massa udara basah menuju wilayah selatan.
“Kondisi ini membuka peluang masuknya massa udara yang lebih lembap dari perairan barat Sumatra, sehingga kandungan uap air di sebagian wilayah Indonesia bagian selatan dapat kembali meningkat,” tambahnya.
Meski awal musim kemarau tetap berlangsung di beberapa daerah, dinamika atmosfer lain justru menguat. Aktivitas MJO kini melintasi Sumatra, Jawa, Sulawesi selatan, hingga Papua.
“Pada periode sepekan ke depan, dinamika atmosfer di Indonesia juga masih dipengaruhi oleh beberapa fenomena gelombang tropis,” terang BMKG.
Gelombang Kelvin aktif bergerak ke arah timur melintasi Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.
Sementara itu, Gelombang Rossby Ekuatorial bergerak ke barat melalui Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.
Fenomena ini mendapat penguatan dari kemunculan sirkulasi siklonik di Selat Karimata, Selat Makassar bagian selatan, dan Laut Sulawesi yang membentuk area pertemuan angin.
“Kombinasi antara pelemahan monsun, peningkatan suplai uap air, aktivitas gelombang tropis, dan pola belokan serta perlambatan angin tersebut berpotensi mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah-wilayah yang terdampak,” terang BMKG.
Berdasarkan analisis tersebut, BMKG merilis daftar wilayah siaga cuaca ekstrem:
1.Periode 15-17 Mei
- Hujan Lebat-Sangat Lebat: Kep. Riau, Kep. Bangka Belitung, Bengkulu, Banten, Jawa Tengah, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, serta wilayah Papua (Induk, Tengah, Pegunungan, Selatan).
- Angin Kencang: Kep. Bangka Belitung dan Nusa Tenggara Timur.
2.Periode 18-21 Mei
- Hujan Lebat-Sangat Lebat: Maluku Utara, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.









