INDEPENDENSIBER.COM – Kelompok relawan Pro Jokowi (Projo) mengonfirmasi rencana Presiden ke-7 RI Joko Widodo untuk melakukan kunjungan ke berbagai daerah.
Tidak hanya Projo yang menyebut Jokowi siap berkeliling Indonesia pada Juni 2026 mendatang, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) juga tengah sibuk menyiapkan agenda serupa bagi beliau.
Kabar ini memicu berbagai tanggapan dari pengamat politik, salah satunya Hendrawan.
Sebagai mantan kepala negara dengan basis pendukung yang besar, Jokowi memang masih memiliki pengaruh kuat di masyarakat.
Namun, Hendrawan menilai kunjungan Jokowi kali ini membawa atmosfer yang berbeda karena bertindak sebagai pembina PSI atau Projo.
Safari mendatang cenderung bermakna sebagai langkah konsolidasi partai serta upaya persiapan matang untuk berebut suara menjelang kontestasi politik.
“Sinyal persaingan pun semakin nyata karena agenda ini bukan lagi sekadar kunjungan sosial biasa kepada warga,” katanya.
Meskipun demikian, faktor posisi yang tidak lagi menjabat sebagai presiden serta jarak waktu pasca-jabatan berpotensi menurunkan daya tawar seorang tokoh politik.
Seiring dengan hal itu, tingkat literasi politik masyarakat yang semakin membaik membuat warga lebih selektif dalam memilah informasi.
Selain faktor posisi dan jarak waktu yang menurunkan efek pengaruh, literasi politik masyarakat juga meningkat.
Pada akhirnya, publik kini tidak lagi mudah terpengaruh oleh pesona figur semata tanpa melihat rekam jejak yang objektif.
“Masyarakat biasanya dapat info lebih objektif saat seorang tokoh tidak lagi menjabat,” ungkap Hendrawan.







