JAKARTA, INDEPENDENSIBER.com – Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memastikan harga beras tetap stabil walaupun biaya bahan baku kemasan plastik saat ini tengah merangkak naik.
Penegasan tersebut muncul dalam konferensi pers di kantor pusat Bulog, Jakarta, Senin (13/4/2026).
Rizal menekankan bahwa fokus utama instansi saat ini adalah memperkuat stok serta mengendalikan jalur distribusi di tengah berbagai tekanan biaya operasional.
Menurutnya, masyarakat tidak perlu khawatir karena Bulog berkomitmen penuh menjaga harga pangan, khususnya beras, agar tidak mengalami kenaikan dalam waktu dekat.
Hingga pertengahan April 2026, Bulog melaporkan realisasi penyerapan gabah telah mencapai 1,9 juta ton setara beras, atau sekitar 48,7 persen dari target tahunan.
Momentum panen raya yang sedang berlangsung di berbagai daerah menjadi kunci bagi perusahaan untuk memperkokoh Cadangan Beras Pemerintah (CBP).
Saat ini, total stok yang berada dalam gudang Bulog menyentuh angka 4,727 juta ton.
Terkait lonjakan harga plastik yang membebani biaya pengemasan program SPHP dan bantuan pangan, manajemen telah menjalin koordinasi intensif dengan Kementerian Perindustrian.
Langkah strategis ini bertujuan mencari keringanan harga bahan baku sehingga beban biaya tambahan tersebut tidak berpindah ke pundak konsumen.
Menghadapi tantangan cuaca ekstrem, Rizal menyiapkan strategi penyerapan maksimal hingga Juli mendatang guna mengantisipasi dampak El Nino.
Selain menjaga stabilitas domestik melalui operasi pasar, stok yang melimpah ini juga membuka peluang ekspor.
Saat ini, Bulog tengah menjajaki permintaan dari Malaysia yang mencapai 200 ribu ton, sembari tetap memprioritaskan perlindungan daya beli petani dan masyarakat di dalam negeri.







