Menu

Mode Gelap

Daerah · 19 Mei 2026 15:23 WIB

Pemkab Purbalingga Salurkan Hibah 162 Juta Rupiah Bagi Penyintas Thalasemia


					Pemerintah Kabupaten Purbalingga menyerahkan bantuan sosial berupa uang lauk pauk dan transportasi senilai Rp162 juta kepada 85 penyandang Thalasemia mayor. Perbesar

Pemerintah Kabupaten Purbalingga menyerahkan bantuan sosial berupa uang lauk pauk dan transportasi senilai Rp162 juta kepada 85 penyandang Thalasemia mayor.

INDEPENDENSEIBER.COM – Pemerintah Kabupaten Purbalingga menyerahkan bantuan sosial berupa uang lauk pauk dan transportasi senilai Rp162 juta kepada 85 penyandang Thalasemia mayor.

 Staf Ahli Bupati Tri Gunawan Setyadi menyerahkan bantuan tersebut melalui Perhimpunan Orangtua Penderita Thalasemia Indonesia (POPTI) di RSUD Goetheng Taroenadibrata, Selasa (19/5).

Saat menyampaikan sambutan, Tri Gunawan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mengalokasikan sebagian APBD demi membantu para penyintas.

Menurutnya, kelompok tersebut berhak memperoleh kesempatan dan fasilitas memadai.

“Mas Bupati Fahmi menitipkan salam untuk seluruh Thaler dan pengurus POPTI. Mas Bupati terus berkomitmen mengalokasikan APBD untuk membantu para Thaler,” kata Tri Gunawan.

Ketua POPTI Purbalingga, Ahmad Hamid Supriyono, menyambut baik kepedulian ini karena meringankan beban operasional keluarga pasien.

“Kita ketahui anak-anak kita hampir tiga minggu sekali transfusi dan mungkin membutuhkan biaya transportasi yang cukup besar. Akan tetapi Alhamdulillah kita dapat bantuan dari Pemerintah Kabupaten Purbalingga,” ungkap Ahmad.

Menyelaraskan bantuan tersebut, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Purbalingga menyiapkan langkah preventif jangka panjang.

Pihaknya merancang program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai bentuk skrining awal.

“CKG akan kita mulai pada bulan Agustus 2026, sasarannya siswa SMP kelas 7,” jelas Kepala Dinkes PPKB dr. Jusi Febrianto.

Upaya lokal ini sejalan dengan tema Hari Thalasemia Sedunia 2026, yaitu “Hidden No More: Finding the Undiagnosed, Supporting the Unseen”. Atau Tidak Lagi Tersembunyi: Menemukan yang Belum Terdiagnosis, Mendukung yang Tak Terlihat

Fokus gerakan global tersebut menekankan pentingnya diagnosis tepat waktu serta dukungan layak bagi para penderita.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

Baca Lainnya

LSP UMP Tambah Skema Sertifikasi Kompetensi Mahasiswa

15 September 2026 - 11:39 WIB

LSP UMP menambah empat skema sertifikasi kompetensi mahasiswa baru untuk meningkatkan daya saing lulusan dalam menembus dunia kerja.

Polres Purbalingga Latih Ratusan Pelajar SMA Bukateja Paham AI

15 September 2026 - 10:37 WIB

Polres Purbalingga menggelar pelatihan edukasi etika digital AI untuk ratusan siswa SMAN 1 Bukateja guna tingkatkan kecakapan teknologi.

Temuan Mayat di Taman Usman Janatin Purbalingga Gegerkan Warga

15 September 2026 - 07:34 WIB

Polisi mengevakuasi temuan mayat di Taman Usman Janatin Purbalingga. Hasil pemeriksaan medis tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada korban.

Polres Purbalingga dan Senopati Academy 3 Purbalingga Gelar Pelatihan Paham AI di SMK Muhammadiyah

8 September 2026 - 23:21 WIB

Pelatihan Paham AI Polres Purbalingga membekali siswa pengetahuan teknologi, etika digital, serta pencegahan hoaks demi keamanan informasi

Kwarcab Purbalingga Adakan Estafet Tunas Kelapa di 18 Kwarran, Dukung ETK Kwarda Jawa Tengah.

6 September 2026 - 00:57 WIB

Rangkaian Estafet Tunas Kelapa Purbalingga 2026 berlangsung semarak di Bukateja dengan pertunjukan seni dan penyerahan simbolis kepramukaan.

Estafet Tunas Kelapa Kwarda Jateng 2026 Masuk ke Kwarcab Purbalingga

5 September 2026 - 22:53 WIB

Estafet Tunas Kelapa Jawa Tengah di Purbalingga berlangsung meriah serta menyebarkan pesan kedamaian bagi seluruh anggota Pramuka dan masyarakat.
Trending di Pendidikan