INDEPENDENSEIBER.COM – Pemerintah Kabupaten Purbalingga menyerahkan bantuan sosial berupa uang lauk pauk dan transportasi senilai Rp162 juta kepada 85 penyandang Thalasemia mayor.
Staf Ahli Bupati Tri Gunawan Setyadi menyerahkan bantuan tersebut melalui Perhimpunan Orangtua Penderita Thalasemia Indonesia (POPTI) di RSUD Goetheng Taroenadibrata, Selasa (19/5).
Saat menyampaikan sambutan, Tri Gunawan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mengalokasikan sebagian APBD demi membantu para penyintas.
Menurutnya, kelompok tersebut berhak memperoleh kesempatan dan fasilitas memadai.
“Mas Bupati Fahmi menitipkan salam untuk seluruh Thaler dan pengurus POPTI. Mas Bupati terus berkomitmen mengalokasikan APBD untuk membantu para Thaler,” kata Tri Gunawan.
Ketua POPTI Purbalingga, Ahmad Hamid Supriyono, menyambut baik kepedulian ini karena meringankan beban operasional keluarga pasien.
“Kita ketahui anak-anak kita hampir tiga minggu sekali transfusi dan mungkin membutuhkan biaya transportasi yang cukup besar. Akan tetapi Alhamdulillah kita dapat bantuan dari Pemerintah Kabupaten Purbalingga,” ungkap Ahmad.
Menyelaraskan bantuan tersebut, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Purbalingga menyiapkan langkah preventif jangka panjang.
Pihaknya merancang program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai bentuk skrining awal.
“CKG akan kita mulai pada bulan Agustus 2026, sasarannya siswa SMP kelas 7,” jelas Kepala Dinkes PPKB dr. Jusi Febrianto.
Upaya lokal ini sejalan dengan tema Hari Thalasemia Sedunia 2026, yaitu “Hidden No More: Finding the Undiagnosed, Supporting the Unseen”. Atau Tidak Lagi Tersembunyi: Menemukan yang Belum Terdiagnosis, Mendukung yang Tak Terlihat
Fokus gerakan global tersebut menekankan pentingnya diagnosis tepat waktu serta dukungan layak bagi para penderita.







