Menu ✖

Mode Gelap

Daerah · 22 Mei 2026 13:46 WIB

Korsleting Listrik Masih Jadi Pemicu Utama Kejadian Kebakaran


					sumber Foto Prokompim Purbalingga, Pemadam Kebakaran Sat Pol PP Purbalingga saat menerima hibah kendaraan dari Propvinsi DKI Jakarta Perbesar

sumber Foto Prokompim Purbalingga, Pemadam Kebakaran Sat Pol PP Purbalingga saat menerima hibah kendaraan dari Propvinsi DKI Jakarta

PURBALINGGA,INDEPENDENSIBER.COM– Tren penurunan kejadian kebakaran di Kabupaten Purbalingga terus berlanjut hingga memasuki pertengahan tahun 2026. Berdasarkan data rekapitulasi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Purbalingga total kejadian kebakaran sampai April 2026 sejumlah 22 kali.

Grafik kejadian kebakaran menunjukkan angka yang lebih terkendali dibanding periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya.

Hingga April 2026, tercatat angka kejadian kebakaran di wilayah Purbalingga berada di bawah rata-rata bulanan tahun lalu. Sebagai gambaran perbandingan, sepanjang tahun 2024 angka kebakaran di Purbalingga menyentuh 99 kasus.

Kemudian berhasil ditekan secara signifikan menjadi 81 kasus sepanjang tahun 2025. Kepala Seksi Pemadam Kebakaran Damkar Kabupaten Purbalingga, Arief Wahyudi Dwi Nugrahanto SH memaparkan, meski angka makro menunjukkan penurunan, kewaspadaan masyarakat tidak boleh kendor.

Terlebih, beberapa insiden menonjol masih terjadi pada triwulan pertama tahun ini, seperti kebakaran rumah warga di Desa Pegandekan (Kemangkon), amukan api yang menghanguskan dua rumah di Desa Siwarak (Karangreja), hingga kebakaran ruko frozen food di Kelurahan Kalikabong (Kalimanah) pada akhir Maret lalu.

“Secara kuantitas, upaya pencegahan dan edukasi dini yang kita lakukan mulai membuahkan hasil. Namun jika dibedah, pola penyebabnya masih sama. Masalah instalasi listrik tetap mendominasi,” ujar Arief saat dikonfirmasi, Jumat (22/5/2026).

Berdasarkan data statistik Damkar, faktor teknis berupa korsleting atau arus pendek listrik menyumbang lebih dari 35 persen total kejadian.

Disusul kemudian oleh kelalaian penggunaan tungku/api terbuka di area dapur, kebocoran tabung gas melon, serta aktivitas pembakaran sampah yang ditinggalkan tanpa pengawasan.

Melihat peta kerawanan, wilayah Kecamatan Purbalingga (area kota) dan Kalimanah masih menjadi titik perhatian khusus petugas.

Karakteristik wilayah perkotaan yang memiliki tingkat kepadatan permukiman tinggi, kompleksitas instalasi listrik bangunan, serta keberadaan sejumlah perusahaan besar menjadi alasan utama tingginya risiko di sektor tersebut.

Untuk mengantisipasi lonjakan kasus pada sisa tahun anggaran 2026, Pemkab Purbalingga kini semakin memperkuat armada lapis bawah.

Sinergi antara pemadam pos pembantu wilayah, pemanfaatan hibah kendaraan operasional damkar yang baru, serta optimalisasi Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) di tiap desa terus dikebut.

Tujuannya agar deteksi dan penanganan dini bisa langsung dieksekusi sebelum api membesar.

 

Artikel ini telah dibaca 21 kali

Baca Lainnya

Liga Mandiri KU-15 PSSI Purbalingga 2026 Rampung, Braling United Juara 1

27 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Komite Pembinaan Usia Muda Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Purbalingga merampungkan Turnamen Liga Mandiri Kelompok Usia 15 Tahun 2026 di lapangan hijau Desa Gembong.

FGBI Jawa Tengah Dorong Penguatan Kemahiran Berbahasa Indonesia, Lahirkan Talenta Sastra Berbakat Lomba Baca Puisi dan Berpidato

27 Oktober 2026 - 13:49 WIB

FGBI sukses merampungkan babak final lomba baca puisi dan berpidato tingkat provinsi di Gedung Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Semarang, Senin, 26 Oktober 2026.

Panitia Pilkades Belum Mengumumkan DPT

25 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Polres Purbalingga dan Bapanas Turun Ke Pasar Cek Harga Sembako

16 Oktober 2026 - 16:07 WIB

MGMP Bahasa Indonesia SMP Purbalingga Gelar Lomba Berpidato dan Baca Puisi Memperingati Bulan Bahasa 2026

7 Oktober 2026 - 12:36 WIB

MGMP SMP Purbalingga menggelar Lomba Bulan Bahasa SMP Purbalingga 2026 cabang baca puisi dan pidato

Menelisik Berbagai Tantangan Klasik dan Kontemporer Pendidikan di Indonesia

5 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Trending di Nasional