INDEPENDEN SIBER.COM – Kabupaten Purbalingga sekarang mempunyai pilihan tempat nongkrong baru yang menawarkan suasana berbeda.
Area ini sangat representatif sebagai ruang diskusi maupun sarana bercengkerama mengobrol santai.
Mengusung nama Rescue Café, kedai kopi besutan anggota Pramuka Peduli (Pramuli) Gerakan Pramuka Kwarcab Kabupaten Purbalingga tersebut menyajikan konsep unik yang kental dengan nuansa aktivitas penyelamatan.
Keunikan tersebut langsung terpancar dari manajemen pengelolaan tempat yang sepenuhnya melibatkan peran aktif para anggota Pramuli setempat.
Kedai unik ini menempati area strategis pada lingkungan Sanggar Pramuka Kwarcab Purbalingga, Jalan Kopral Tanwir Nomor 61, Purbalingga Lor.
Posisi bangunan Rescue Café berdiri tepat pada area belakang lapangan serta bersebelahan dengan SMP Negeri 3 Purbalingga.
Lokasi tersebut menawarkan keunggulan tersendiri bagi para pencari ketenangan atau ruang berdiskusi yang nyaman.
Manager Rescue Café, Gangsar Fadhiyatha Ammarsya, menjelaskan bahwa ide dasar tempat ini memang sengaja mengangkat identitas kepramukaan.
Alumnus Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto tersebut merancang seluruh konsep demi mendekatkan dunia kerelawanan kepada masyarakat luas.
“Tempat tongkrongannya jauh dari keramaian hilir mudik kendaraan bermotor di jalan raya,” ungkap pemuda yang akrab dengan sapaan Fadel tersebut.
Kedai Kopi Bernuansa Penyelamatan
Kesunyian dari bising jalan raya berpadu apik bersama kapasitas area duduk yang sanggup menampung hingga 50 pengunjung.
Guna memperkuat tema, manajemen Rescue Café menyelaraskan nama-nama menu makanan dengan istilah peralatan penyelamatan.
“Ada menu Carabiner Rice Bowl, Pasak Rice Bowl, Rescue Pleter. Itu semua istilah dalam dunia penyelematan,” katanya.
Selanjutnya, pengunjung dapat mencicipi aneka sajian mengenyangkan seperti Carabiner Rice Bowl seharga Rp15.000 dan Pasak Rice Bowl seharga Rp14.000
Serta Flyshit Rice Bowl seharga Rp10.000. Tersedia pula kudapan ringan seperti Rescue Pleter yang terdiri atas kentang goreng, sosis, dan cireng seharga Rp18.000.
Bagi pencinta rona kafein, kedai menyediakan varietas biji kopi Nusantara yang cukup beragam.
Para penikmat kopi dapat menikmati seduhan kopi Temanggung Robusta, Arabika Kopi Sunda, Kopi Gunung Slamet, hingga varian Gayo Aceh.
Menu racikan andalan berbasis kopi meliputi teknik seduh Americano seharga Rp10.000, Vietnam Drip Rp11.000, V60 seharga Rp18.000, serta Es Kopi Susu Gula Aren seharga Rp15.000.
Sementara itu, kelompok pelanggan non-kopi dapat memilih menu primadona lain berupa Es Cokelat atau panas, Es Matcha, hingga segarnya Es Teh Telang dan kunir asam.
Sedangkan untuk operasional kedai menyambut pelanggan setiap hari mulai pukul 13.00 WIB tengah hari hingga pukul 00.00 WIB tengah malam.
Pengelola menerapkan waktu penutupan kafe secara fleksibel mengikuti kenyamanan para pelanggan yang sedang menghabiskan malam.
Kehadiran Rescue Café membuktikan bahwa ruang kreasi pemuda Pramuka mampu menghasilkan unit usaha kreatif yang potensial sekaligus edukatif.







