Menu ✖

Mode Gelap

Oto Tekno · 4 Jun 2026 08:11 WIB

Pabrikan Otomotif Global Komit Adopsi Baterai Padat di 2026


					foto net, grafis mobil listrik saat isi sumberdaya Perbesar

foto net, grafis mobil listrik saat isi sumberdaya

JAKARTA,INDEPENDENSIBER.COM- Lanskap industri otomotif dan teknologi (oto-tekno) global resmi memasuki babak baru. Sejumlah pabrikan raksasa dunia memastikan bahwa tahun 2026 menjadi titik balik komersialisasi teknologi baterai padat (solid-state battery), sebuah inovasi yang digadang-gadang bakal menyudahi dominasi baterai lithium-ion konvensional pada kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

Langkah ini dinilai sebagai lompatan teknologi terbesar dalam satu dekade terakhir, mengingat baterai padat menawarkan efisiensi tinggi, pengisian daya yang jauh lebih cepat, serta tingkat keamanan yang lebih terjamin dari risiko kebakaran.

Pangkas Waktu Pengisian Daya, Gandakan Jarak Tempuh

Pakar teknologi otomotif dari Institut Otomotif Digital (IOD), Dr. Hermawan Prasetyo, menjelaskan bahwa integrasi teknologi ini tidak hanya mengubah cara kerja kendaraan, tetapi juga menjawab keraguan utama konsumen terkait durasi pengisian daya (charging time).

“Teknologi baterai padat menggantikan elektrolit cair dengan material padat. Secara teknis, ini memungkinkan kepadatan energi meningkat hingga dua kali lipat. Hasilnya, mobil listrik masa depan bisa menempuh jarak di atas 800 kilometer hanya dalam satu kali pengisian daya selama 10 menit,” ujar Hermawan saat dihubungi, Kamis (4/6).

Persaingan Sengit di Sektor R&D

Laporan dari riset pasar OtoTekno Analytics menunjukkan bahwa investasi global untuk pengembangan baterai padat telah menembus angka puluhan miliar dolar AS. Beberapa poin krusial yang menjadi fokus pabrikan meliputi:

Skalabilitas Produksi: Mengubah lini produksi dari skala laboratorium ke manufaktur massal tanpa menurunkan kualitas material.

Efisiensi Biaya: Menekan biaya produksi komponen padat agar harga jual kendaraan listrik tetap kompetitif bagi pasar kelas menengah.

Integrasi AI: Pemanfatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) pada sistem manajemen baterai (BMS) untuk memantau degradasi sel secara real-time.

Dampak Terhadap Pasar Indonesia

Sebagai salah satu pemain kunci dalam rantai pasok nikel dunia, Indonesia diprediksi akan terkena dampak langsung dari pergeseran teknologi ini. Meski beberapa baterai padat mulai beralih ke material berbasis sulfida atau keramik, kebutuhan akan komoditas sekunder untuk sasis dan komponen pendukung EV pintar diproyeksikan tetap tinggi.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyatakan bahwa kesiapan infrastruktur pengisian daya cepat (ultra-fast charging) di dalam negeri harus segera dikebut agar teknologi oto-tekno terbaru ini dapat diadopsi secara optimal oleh konsumen tanah air dalam beberapa tahun ke depan.

Artikel ini telah dibaca 16 kali

Avatar photo badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Liga Mandiri KU-15 PSSI Purbalingga 2026 Rampung, Braling United Juara 1

27 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Komite Pembinaan Usia Muda Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Purbalingga merampungkan Turnamen Liga Mandiri Kelompok Usia 15 Tahun 2026 di lapangan hijau Desa Gembong.

FGBI Jawa Tengah Dorong Penguatan Kemahiran Berbahasa Indonesia, Lahirkan Talenta Sastra Berbakat Lomba Baca Puisi dan Berpidato

27 Oktober 2026 - 13:49 WIB

FGBI sukses merampungkan babak final lomba baca puisi dan berpidato tingkat provinsi di Gedung Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Semarang, Senin, 26 Oktober 2026.

Panitia Pilkades Belum Mengumumkan DPT

25 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Polres Purbalingga dan Bapanas Turun Ke Pasar Cek Harga Sembako

16 Oktober 2026 - 16:07 WIB

MGMP Bahasa Indonesia SMP Purbalingga Gelar Lomba Berpidato dan Baca Puisi Memperingati Bulan Bahasa 2026

7 Oktober 2026 - 12:36 WIB

MGMP SMP Purbalingga menggelar Lomba Bulan Bahasa SMP Purbalingga 2026 cabang baca puisi dan pidato

Menelisik Berbagai Tantangan Klasik dan Kontemporer Pendidikan di Indonesia

5 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Trending di Nasional