PURBALINGGA,INDEPENDENSIBER.COM– Pemerintah Kabupaten Purbalingga dan Bank Indonesia Perwakilan Purwokerto menegaskan komitmen untuk melanjutkan kolaborasi dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi Kepala Perwakilan BI Purwokerto yang baru, Aswin Gantia bersama jajarannya dengan Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif di Ruang Kerja Bupati, Selasa (4/8/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus penguatan sinergi antara BI Purwokerto dan Pemerintah Kabupaten Purbalingga yang selama ini telah terjalin melalui berbagai program strategis, mulai dari pengendalian inflasi, digitalisasi sistem pembayaran, hingga dukungan terhadap sektor pariwisata dan pemberdayaan UMKM.
Kepala Perwakilan BI Purwokerto Aswin Gantia mengatakan, pihaknya siap melanjutkan dukungan terhadap berbagai program pemerintah daerah yang selaras dengan tugas dan fungsi Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi.
“Kita akan support event-event yang menggerakkan masyarakat, tetapi masih bisa sejalan dengan program Bank Indonesia. Misalnya digitalisasi UMKM, seperti yang sudah dilakukan sebelumnya,” kata Aswin.
Menurut Aswin, salah satu bentuk kolaborasi yang telah berjalan baik adalah dukungan BI pada penyelenggaraan Festival Gunung Slamet (FGS) yang tidak hanya mengangkat sektor pariwisata, tetapi juga memberi ruang bagi pelaku usaha mikro untuk berkembang melalui pemanfaatan sistem pembayaran digital.
Sementara itu, Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif menyambut baik komitmen BI Purwokerto untuk terus mendampingi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi.
Menurut Fahmi, komunikasi yang intensif antara pemerintah daerah dan Bank Indonesia sangat diperlukan, terutama dalam merumuskan langkah-langkah pengendalian inflasi berdasarkan dinamika pasokan (supply) dan permintaan (demand) komoditas di daerah.
“Kami sangat terbuka untuk terus berdiskusi dan berkomunikasi dengan Bank Indonesia. Kami ingin mengetahui langkah-langkah yang perlu dilakukan pemerintah daerah untuk menekan inflasi, baik dari sisi pasokan maupun permintaan. Dengan komunikasi yang baik, kebijakan yang diambil akan semakin tepat sasaran,” ujar Fahmi.
Ia berharap sinergi yang telah terbangun selama ini dapat terus dioptimalkan, tidak hanya antara BI dan Pemerintah Kabupaten Purbalingga, tetapi juga bersama masyarakat, pelaku usaha, serta perbankan di daerah
Berikut adalah beberapa pilihan penataan ulang berita tersebut yang lebih terstruktur, menarik, dan siap dipublikasikan sesuai kebutuhan media media/humas:
Opsi 1: Format Berita Berkas / Humas Resmi (Formal & Terstruktur)
Pemkab Purbalingga dan BI Purwokerto Perkuat Sinergi Tekan Inflasi dan Dorong Ekonomi Daerah
PURBALINGGA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga bersama Bank Indonesia (BI) Perwakilan Purwokerto menegaskan komitmen untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Komitmen ini mengemuka dalam audiensi Kepala Perwakilan BI Purwokerto yang baru, Aswin Gantia, bersama Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif di Ruang Kerja Bupati, Selasa (4/8/2026).
Pertemuan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus penguatan sinergi strategis yang selama ini telah terjalin di berbagai sektor kunci, mulai dari pengendalian inflasi, digitalisasi sistem pembayaran, hingga pengembangan UMKM dan pariwisata.
Fokus Utama Sinergi Pemkab – BI Purwokerto:
Dukungan Event & Digitalisasi UMKM: BI Purwokerto berkomitmen melanjutkan dukungan pada kegiatan kemasyarakatan yang sejalan dengan tugas BI, seperti digitalisasi UMKM berbasis QRIS. Contoh keberhasilan yang telah berjalan adalah keterlibatan BI dalam Festival Gunung Slamet (FGS).
Pengendalian Inflasi Daerah: Memperkuat komunikasi intensif untuk merumuskan langkah penanganan inflasi berbasis ketersediaan pasokan (supply) dan tingkat permintaan (demand) komoditas di masyarakat.
Penguatan Ekosistem Ekonomi Lokal: Mendorong kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, hingga perbankan daerah.
Pernyataan Kunci
“Kita akan support event-event yang menggerakkan masyarakat, tetapi masih bisa sejalan dengan program Bank Indonesia. Misalnya digitalisasi UMKM, seperti yang sudah dilakukan sebelumnya.”
— Aswin Gantia, Kepala Perwakilan BI Purwokerto
“Kami ingin mengetahui langkah-langkah yang perlu dilakukan pemerintah daerah untuk menekan inflasi, baik dari sisi pasokan maupun permintaan. Dengan komunikasi yang baik, kebijakan yang diambil akan semakin tepat sasaran.”
— Fahmi Muhammad Hanif, Bupati Purbalingga
Opsi 2: Format Ringkas / Poin Penting (Cocok untuk Media Sosial / Briefing)
Sinergi Pemkab Purbalingga & BI Purwokerto: Inflasi Terjaga, UMKM Naik Kelas
Waktu & Tempat: Selasa, 4 Agustus 2026 | Ruang Kerja Bupati Purbalingga
Pihak Terkait: Bupati Purbalingga (Fahmi Muhammad Hanif) & Kepala Perwakilan BI Purwokerto (Aswin Gantia)
Poin-Poin Kesepakatan:
Lanjutan Kolaborasi Strategis: Melanjutkan program pengendalian inflasi, digitalisasi sistem pembayaran, serta pemberdayaan UMKM.
Penguatan Sektor Pariwisata: Melanjutkan kesuksesan event daerah seperti Festival Gunung Slamet (FGS) yang mengintegrasikan pariwisata dan sistem pembayaran digital UMKM.
Respon Cepat Inflasi: Menyesuaikan kebijakan daerah berdasarkan analisis pasokan (supply) dan permintaan (demand) komoditas pangan secara realtime bersama BI.
Tolong buatkan berita soal sinergi BI dengan Pemerintah Kabupaten Purbalingga
Your PDF file is ready
Ikon PDF
Berita_Sinergi_Pemkab_Purbalingga_BI
PDF
Buka
Berikut adalah draft penulisan artikel berita resmi mengenai sinergi antara Bank Indonesia dan Pemkab Purbalingga yang juga telah dibuatkan versi PDF cetaknya:
Pemkab Purbalingga dan Bank Indonesia Perkuat Sinergi Strategis untuk Menjaga Stabilitas Ekonomi dan Mendorong UMKM Lokal
PURBALINGGA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga dan Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Purwokerto menegaskan komitmen bersama untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam menjaga stabilitas harga, mengendalikan laju inflasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Komitmen strategis tersebut mengemuka dalam silaturahmi sekaligus audiensi antara Kepala Perwakilan BI Purwokerto yang baru, Aswin Gantia, beserta jajaran pejabat BI dengan Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, di Ruang Kerja Bupati Purbalingga, Selasa (4/8/2026).
Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkokoh hubungan kerja sama yang telah terjalin erat antara kedua lembaga. Berbagai program unggulan telah direalisasikan secara kolaboratif, mencakup Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), perluasan digitalisasi sistem pembayaran (QRIS), dukungan terhadap sektor pariwisata unggulan, hingga pendampingan dan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Komitmen Bank Indonesia Mendorong Ekonomi Kerakyatan
Kepala Perwakilan BI Purwokerto, Aswin Gantia, menyampaikan bahwa pihak BI siap melanjutkan dan memperluas dukungan terhadap berbagai agenda prioritas Pemkab Purbalingga yang selaras dengan tugas pokok dan fungsi Bank Indonesia di bidang moneter dan sistem pembayaran.
“Kita akan support event-event yang menggerakkan masyarakat, tetapi masih bisa sejalan dengan program Bank Indonesia. Misalnya digitalisasi UMKM, seperti yang sudah dilakukan sebelumnya dalam berbagai kegiatan kebudayaan dan pariwisata daerah,” ujar Aswin.
Aswin menambahkan, contoh konkret kemitraan yang terbukti memberikan dampak ekonomi nyata adalah keterlibatan BI dalam mendukung penyelenggaraan Festival Gunung Slamet (FGS). Event tahunan tersebut tidak hanya sukses mempromosikan destinasi pariwisata lokal, namun juga terbukti menjadi sarana pemulihan dan penguatan kapasitas UMKM melalui integrasi sistem pembayaran nontunai (QRIS).
Respon Pemkab Purbalingga: Pengendalian Inflasi Tepat Sasaran
Sementara itu, Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif menyambut hangat komitmen Bank Indonesia Purwokerto untuk terus mendampingi serta mengawal perekonomian Kabupaten Purbalingga. Menurut Bupati, koordinasi dan komunikasi yang intensif antara otoritas moneter dan pemerintah daerah merupakan kunci utama menjaga keterjangkauan harga barang kebutuhan pokok bagi masyarakat.
“Kami sangat terbuka untuk terus berdiskusi dan berkomunikasi dengan Bank Indonesia. Kami ingin mengetahui langkah-langkah konkret yang perlu dilakukan pemerintah daerah untuk menekan inflasi, baik dari sisi ketersediaan pasokan (supply) maupun pengelolaan permintaan (demand). Dengan komunikasi yang baik, kebijakan yang diambil akan semakin tepat sasaran,” tegas Bupati Fahmi.
Pilar Utama Kolaborasi Strategis Pemkab – BI
Pengendalian Inflasi Daerah: Penguatan tim TPID serta pemantauan stok dan keterjangkauan pasokan pangan (supply-demand) secara berskala.
Digitalisasi UMKM & Sistem Pembayaran: Perluasan penerapan QRIS bagi pelaku UMKM dan modernisasi transaksi pasar tradisional.
Pengembangan Pariwisata Daerah: Dukungan integrasi transaksi digital pada event kebudayaan dan pariwisata seperti Festival Gunung Slamet (FGS).
Inklusi & Literasi Keuangan: Peningkatan pemahaman transaksi digital dan akses pembiayaan daerah.









