Menu ✖

Mode Gelap

Daerah · 26 Agu 2026 20:52 WIB

Kemarau Ekstrem 2026 Meluas, Kapan Musim Hujan Tiba?


					BMKG memprediksi musim kemarau di Indonesia tahun 2026 berlangsung hingga Oktober akibat IOD Positif. Waspadai puncak kemarau dan siapkan penampungan air. Perbesar

BMKG memprediksi musim kemarau di Indonesia tahun 2026 berlangsung hingga Oktober akibat IOD Positif. Waspadai puncak kemarau dan siapkan penampungan air.

INDEPENDENSIBER.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa musim kemarau di Indonesia pada tahun 2026 akan berlangsung hingga September dan Oktober.

Sejumlah wilayah baru akan memasuki masa peralihan menuju musim hujan secara bertahap pada periode Oktober hingga November 2026.

Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem yang jauh lebih kering dari biasanya, terutama di daerah rawan krisis air bersih serta potensi kebakaran hutan dan lahan.

Puncak musim kemarau tahun ini terjadi pada kurun waktu Agustus hingga September.

Pada periode ini, sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi mengalami kondisi cuaca sangat terik.

Penyebab Kemarau Panjang dan Potensi Bencana Hidrometeorologi

Fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif menjadi pemicu utama kemarau 2026 berdurasi lebih panjang.

Fenomena ini mendinginkan suhu permukaan laut di bagian barat Indonesia sehingga menghambat pembentukan awan hujan.

Dampaknya, potensi kemarau ekstrem mengancam pulau-pulau utama seperti Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan sebagian Sumatera.

Memasuki bulan Oktober, curah hujan di beberapa kawasan mulai meningkat secara bertahap menandai mulainya masa pancaroba.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai perubahan cuaca drastis seperti angin kencang dan hujan lebat berdurasi singkat selama masa transisi tersebut.

Langkah Antisipasi BMKG Menghadapi Puncak Kemarau 2026

BMKG menekankan bahwa awal musim hujan tidak akan berlangsung serentak di seluruh wilayah.

Kawasan bagian barat Indonesia diprediksi menerima curah hujan lebih awal ketimbang wilayah Indonesia bagian timur karena pengaruh letak geografis dan pola angin lokal.

Pemerintah daerah serta masyarakat perlu mengoptimalkan penampungan air dan menghemat penggunaan air bersih sejak dini.

Langkah tanggap ini sangat krusial guna meminimalkan risiko krisis air serta mengantisipasi bencana hidrometeorologi saat peralihan musim tiba.

 

 

 

 

 

 

Artikel ini telah dibaca 7 kali

Avatar photo badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Liga Mandiri KU-15 PSSI Purbalingga 2026 Rampung, Braling United Juara 1

27 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Komite Pembinaan Usia Muda Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Purbalingga merampungkan Turnamen Liga Mandiri Kelompok Usia 15 Tahun 2026 di lapangan hijau Desa Gembong.

FGBI Jawa Tengah Dorong Penguatan Kemahiran Berbahasa Indonesia, Lahirkan Talenta Sastra Berbakat Lomba Baca Puisi dan Berpidato

27 Oktober 2026 - 13:49 WIB

FGBI sukses merampungkan babak final lomba baca puisi dan berpidato tingkat provinsi di Gedung Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Semarang, Senin, 26 Oktober 2026.

Panitia Pilkades Belum Mengumumkan DPT

25 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Polres Purbalingga dan Bapanas Turun Ke Pasar Cek Harga Sembako

16 Oktober 2026 - 16:07 WIB

MGMP Bahasa Indonesia SMP Purbalingga Gelar Lomba Berpidato dan Baca Puisi Memperingati Bulan Bahasa 2026

7 Oktober 2026 - 12:36 WIB

MGMP SMP Purbalingga menggelar Lomba Bulan Bahasa SMP Purbalingga 2026 cabang baca puisi dan pidato

Menelisik Berbagai Tantangan Klasik dan Kontemporer Pendidikan di Indonesia

5 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Trending di Nasional