PURBALINGGA,INDEPENDENSIBER.COM – Memasuki bulan Mei 2026, geliat pariwisata di Kabupaten Purbalingga menunjukkan tren positif. Cuaca cerah di awal musim kemarau serta keberhasilan promosi wisata berbasis edukasi pasca-Hari Pendidikan Nasional, membuat sejumlah destinasi unggulan di lereng Gunung Slamet ini dipadati wisatawan, baik lokal maupun luar daerah.
Data dari Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purbalingga menunjukkan peningkatan kunjungan hingga 20 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Wisata air dan wisata alam berbasis keluarga masih menjadi primadona utama.
Integrasi Wisata dan Edukasi
Ada yang berbeda pada tren wisata Mei tahun ini. Sejalan dengan komitmen Pemkab Purbalingga terhadap dunia pendidikan, sejumlah objek wisata seperti Owabong Waterpark dan Taman Reptil (Sanggaluri Park) menghadirkan paket khusus “Wisata Literasi”.
“Kami melihat ada sinergi antara kebijakan pemerintah dalam memperkuat pendidikan dengan sektor wisata. Bulan ini, banyak rombongan sekolah yang berkunjung tidak hanya untuk rekreasi, tapi juga melakukan studi lapangan terkait keanekaragaman hayati dan pengolahan sumber daya air,” ujar pengelola objek wisata di Purbalingga.
Daya Tarik Ketinggian: Kutabawa dan Lembah Asri
Di kawasan utara, Lembah Asri Serang (D’LAS) terpantau ramai pada akhir pekan. Suasana sejuk dan pemandangan kebun bunga yang sedang mekar sempurna menjadi daya tarik utama bagi pemburu swafoto.
Salah satu pengunjung asal Semarang, Anita (28), mengaku sengaja datang karena tertarik dengan aksesibilitas dan fasilitas yang semakin lengkap.
“Purbalingga sekarang lebih tertata. Parkir luas, akses jalan mulus, dan yang paling penting suasananya sangat cocok untuk melepas penat di tengah cuaca panas perkotaan,” ungkapnya.
Keamanan dan Kenyamanan Jadi Prioritas
Mengantisipasi lonjakan pengunjung selama Mei hingga libur pertengahan tahun mendatang, Pemerintah Kabupaten Purbalingga memastikan standar keamanan (safety standard) di setiap objek wisata tetap terjaga.
Selain pengawasan ketat di area kolam renang dan wahana ekstrem, pihak Dinas Perhubungan juga melakukan pengecekan rutin terhadap kelaikan armada bus pariwisata yang masuk ke jalur-jalur curam di wilayah Serang dan Karangreja.
Dorong Ekonomi Lokal
Ramainya sektor pariwisata ini memberikan dampak domino bagi UMKM lokal. Sentra kerajinan dan kuliner khas, seperti abon sapi dan kerajinan bulu mata, melaporkan peningkatan omzet yang signifikan seiring bertambahnya jumlah bus pariwisata yang singgah di pusat oleh-oleh.







