Menu ✖

Mode Gelap

Pendidikan · 14 Apr 2026 20:50 WIB

Kemendikdasmen Alokasikan Rp59 Triliun Dana BOSP Tahun 2026


					Kemendikdasmen mensosialisasikan kebijakan Dana BOSP 2026 melalui webinar nasional. Perbesar

Kemendikdasmen mensosialisasikan kebijakan Dana BOSP 2026 melalui webinar nasional.

JAKARTA, INDEPENDENSIBER.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mensosialisasikan kebijakan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) 2026 melalui webinar nasional.

Langkah ini bertujuan menyamakan persepsi pemerintah daerah agar pemanfaatan anggaran berjalan tertib dan akuntabel.

Direktur Jenderal PAUD, Dikdas, dan Dikmen, Gogot Suharwoto, menegaskan Dana BOSP 2026 berfungsi sebagai instrumen penjaga keberlangsungan layanan pendidikan.

Kebijakan ini merespons masukan daerah dan dinamika kebutuhan sekolah guna meningkatkan kualitas pembelajaran secara nyata.

Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp59 triliun yang mengalir melalui tiga skema utama, yakni Reguler, Kinerja, dan Afirmasi.

Fokus penajaman kebijakan menyasar penguatan layanan dasar, peningkatan mutu pendidikan, serta perluasan keberpihakan bagi wilayah khusus atau tertinggal.

Pemanfaatan BOSP Reguler kini mencakup penyesuaian dana buku, honor, hingga pengadaan Papan Interaktif Digital.

Sementara itu, BOSP Kinerja mendorong literasi dan digitalisasi, sedangkan BOSP Afirmasi memperkuat akses transportasi serta sanitasi di daerah terpencil.

Forum tersebut juga membahas Surat Edaran Mendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 mengenai relaksasi pembiayaan honor guru.

Ketentuan ini muncul demi menjamin stabilitas pembelajaran di tengah penyesuaian status ASN PPPK Paruh Waktu pada tahun mendatang.

Pemerataan Distribusi Tenaga Pendidik

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Nunuk Suryani, menyatakan bahwa urusan BOSP melampaui sekadar angka anggaran.

“Pembahasan BOSP 2026 bukan semata soal anggaran, melainkan tentang memastikan proses pembelajaran tetap berjalan tanpa gangguan,” ungkapnya saat memberikan arahan.

Nunuk turut menyoroti urgensi penataan serta redistribusi guru agar lebih merata ke seluruh pelosok.

Kemendikdasmen berharap pemerintah daerah aktif melakukan pengawasan dan pendataan agar Dana BOSP 2026 mampu mewujudkan pendidikan bermutu bagi semua murid.

 

 

Artikel ini telah dibaca 3 kali

Avatar photo badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Liga Mandiri KU-15 PSSI Purbalingga 2026 Rampung, Braling United Juara 1

27 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Komite Pembinaan Usia Muda Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Purbalingga merampungkan Turnamen Liga Mandiri Kelompok Usia 15 Tahun 2026 di lapangan hijau Desa Gembong.

FGBI Jawa Tengah Dorong Penguatan Kemahiran Berbahasa Indonesia, Lahirkan Talenta Sastra Berbakat Lomba Baca Puisi dan Berpidato

27 Oktober 2026 - 13:49 WIB

FGBI sukses merampungkan babak final lomba baca puisi dan berpidato tingkat provinsi di Gedung Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Semarang, Senin, 26 Oktober 2026.

Panitia Pilkades Belum Mengumumkan DPT

25 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Polres Purbalingga dan Bapanas Turun Ke Pasar Cek Harga Sembako

16 Oktober 2026 - 16:07 WIB

MGMP Bahasa Indonesia SMP Purbalingga Gelar Lomba Berpidato dan Baca Puisi Memperingati Bulan Bahasa 2026

7 Oktober 2026 - 12:36 WIB

MGMP SMP Purbalingga menggelar Lomba Bulan Bahasa SMP Purbalingga 2026 cabang baca puisi dan pidato

Menelisik Berbagai Tantangan Klasik dan Kontemporer Pendidikan di Indonesia

5 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Trending di Nasional