Menu

Mode Gelap

Pendidikan · 18 Mei 2026 17:09 WIB

MPAI UMP dan MBS Wanayasa Jalin Kerja Sama Strategis


					Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) bersama Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School (PPM MBS) Wanayasa, Banjarnegara Perbesar

Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) bersama Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School (PPM MBS) Wanayasa, Banjarnegara

INDEPENDEN SIBER.COM- Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) resmi menjalin kerja sama dengan Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School (PPM MBS) Wanayasa, Banjarnegara.

Kedua belah pihak menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) sebagai simbol komitmen penguatan akademik, riset, pengabdian masyarakat, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Penandatanganan tersebut melibatkan Kaprodi Magister PAI FAI UMP, Assoc. Prof. Dr. Darodjat, M.Ag., serta Direktur PPM MBS Wanayasa, Wahyudin, S.Ag., M.S.I.

Acara yang berlangsung di Pondok Pesantren MBS Wanayasa tersebut berjalan bersamaan dengan agenda Sharing and Motivation yang menghadirkan mahasiswa internasional asal Palestina dan Sudan.

“Kegiatan ini menjadi Penguatan Kolaborasi Pendidikan Islam antara Magister PAI UMP dan PPM MBS Wanayasa,” ungkap Dr. Darojat saat menemui media di Purwokerto, Senin 18 Mei 2026.

Dr. Darojat menjelaskan bahwa kolaborasi tersebut bertujuan mendukung implementasi Catur Dharma Perguruan Tinggi sekaligus memperkuat ekosistem pendidikan Islam global.

“Melalui MoA ini, kedua lembaga berkomitmen mengembangkan berbagai program strategis. Sinergi antara perguruan tinggi dan pesantren harus berjalan kuat agar melahirkan inovasi pendidikan Islam yang mampu menjawab tantangan zaman namun tetap berakar pada Al-Qur’an dan As-Sunnah,” tambahnya.

Selaras dengan hal tersebut, Direktur PPM MBS Wanayasa, Wahyudin mengatakan, para santri memetik banyak manfaat dari kehadiran mahasiswa asing, yaitu Samar T. M. Alhaj dari Palestina dan Ahmed Fawzi Mohamed Ahmed Ibrahim asal Sudan.

“Para peserta tidak hanya memperoleh motivasi belajar, tetapi juga wawasan global mengenai kondisi dunia Islam dan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan dalam membangun peradaban,” ungkap Wahyudin.

Wahyudin menilai, kolaborasi ini sejalan dengan visi UMP untuk menjadi universitas unggul, modern, dan berdaya saing internasional.

“Dengan menghadirkan mahasiswa internasional dari Palestina dan Sudan dalam forum pesantren, UMP menunjukkan bahwa pendidikan Islam mampu menjadi jembatan persatuan umat dan ruang dialog peradaban dunia,” tegasnya.

Artikel ini telah dibaca 23 kali

Baca Lainnya

Anggota Pramuka Purbalingga Punya Rescue Café, Kedai Kopi Bernuansa Penyelamatan

4 Juli 2026 - 16:27 WIB

Rescue Café, kedai kopi besutan anggota Pramuka Peduli (Pramuli) Gerakan Pramuka Kwarcab Kabupaten Purbalingga menyediakan ruang diskusi yang representatif maupun sarana bercengkerama mengobrol santai. Sumber Foto: Humas dan Informatika Kwarcab Purbalingga

Aturan Penggunaan Resmi Logo HUT ke-81 RI

30 Juni 2026 - 14:30 WIB

Logo HUT RI 2026

Desain Karya Fajar Novario Jadi Logo HUT ke-81 RI

30 Juni 2026 - 14:07 WIB

Wakil Menteri Sekretariat Negara Juri Ardiantoro menyampaikan hasil pemilihan dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin 29 Juni 2026.

Prakiraan Cuaca Banyumas 30 Juni–4 Juli 2026

30 Juni 2026 - 13:30 WIB

Prakiraan Cuaca Banyumas

Prakiraan Cuaca Cilacap 30 Juni–4 Juli 2026

30 Juni 2026 - 12:46 WIB

Prakiraan Cuaca Cilacap

Prakiraan Cuaca Banjarnegara 30 Juni–4 Juli 2026

30 Juni 2026 - 12:00 WIB

Prakiraan Cuaca Banjarnegara
Trending di Daerah