Menu ✖

Mode Gelap

Nasional · 23 Apr 2026 16:46 WIB

Kementerian ESDM Matangkan Formulasi Harga Biodiesel B50


					Pemerintah merencanakan pelaksanaan program formulasi harga bahan bakar biodiesel 50% atau B50 ini mulai 1 Juli 2026 mendatang demi memperkuat ketahanan energi nasional. Foto ilustrasi AI Perbesar

Pemerintah merencanakan pelaksanaan program formulasi harga bahan bakar biodiesel 50% atau B50 ini mulai 1 Juli 2026 mendatang demi memperkuat ketahanan energi nasional. Foto ilustrasi AI

INDEPENDENSIBER.COM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sedang menyiapkan formulasi harga bahan bakar biodiesel 50% atau B50.

Pemerintah merencanakan pelaksanaan program ini mulai 1 Juli 2026 mendatang demi memperkuat ketahanan energi nasional.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi, menjelaskan bahwa penetapan harga B50 akan merujuk pada regulasi berlaku.

Sementara, pemerintah bakal merilis harga patokan setiap bulan guna menjamin kepastian bagi pelaku usaha serta konsumen.

“Mengikuti formula. Kalau itu mengikuti formula kan tiap bulan kita keluarkan harganya,” ungkap Eniya saat meninjau Stasiun Blending B50 di Lembang, Rabu 22 April 2026

Sedangkan mengenai rincian penghitungan komponen Fatty Acid Methyl Ester (FAME), kementerian terus menjalin koordinasi dengan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas).

Langkah koordinasi ini bertujuan memastikan prediksi angka penghematan tetap akurat hingga akhir tahun.

Potensi Penghematan Devisa Negara

Data Kementerian ESDM memproyeksikan implementasi B50 mampu memberi manfaat ekonomi signifikan melalui peningkatan nilai tambah minyak sawit mentah (CPO).

Kebijakan tersebut berpotensi menghemat devisa negara hingga Rp157,28 triliun pada 2026, melampaui target program B40 sebelumnya.

“Pasokan tadi kan saya bilang kita sedang berhitung terus tapi cukup kalau saya prediksi cukup FAME-nya cukup,” tutur Eniya

Seiring dinamika energi global, pemerintah menargetkan pengurangan impor melalui penyerapan biodiesel yang lebih tinggi.

“Kalau itu kita menyesuaikan dengan Dirjen Migas. Target pengurangan impornya kan hitungannya 50%-nya. Sekarang itu serapan biodiesel kira-kira 25% sudah terserap,” katanya

Artikel ini telah dibaca 4 kali

Avatar photo badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Liga Mandiri KU-15 PSSI Purbalingga 2026 Rampung, Braling United Juara 1

27 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Komite Pembinaan Usia Muda Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Purbalingga merampungkan Turnamen Liga Mandiri Kelompok Usia 15 Tahun 2026 di lapangan hijau Desa Gembong.

FGBI Jawa Tengah Dorong Penguatan Kemahiran Berbahasa Indonesia, Lahirkan Talenta Sastra Berbakat Lomba Baca Puisi dan Berpidato

27 Oktober 2026 - 13:49 WIB

FGBI sukses merampungkan babak final lomba baca puisi dan berpidato tingkat provinsi di Gedung Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Semarang, Senin, 26 Oktober 2026.

Panitia Pilkades Belum Mengumumkan DPT

25 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Polres Purbalingga dan Bapanas Turun Ke Pasar Cek Harga Sembako

16 Oktober 2026 - 16:07 WIB

MGMP Bahasa Indonesia SMP Purbalingga Gelar Lomba Berpidato dan Baca Puisi Memperingati Bulan Bahasa 2026

7 Oktober 2026 - 12:36 WIB

MGMP SMP Purbalingga menggelar Lomba Bulan Bahasa SMP Purbalingga 2026 cabang baca puisi dan pidato

Menelisik Berbagai Tantangan Klasik dan Kontemporer Pendidikan di Indonesia

5 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Trending di Nasional