INDEPENDENSIBER.COM – Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun memastikan pemerintah masih mampu mempertahankan harga BBM bersubsidi meskipun harga minyak dunia mengalami kenaikan akibat tekanan ekonomi global.
Menurut Misbakhun, pemerintah melalui Menteri Keuangan telah memberikan kepastian bahwa harga BBM bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan selama rata-rata harga minyak dunia masih berada pada kisaran 100 dolar AS per barel.
“Sepanjang harga minyak rata-rata 100 dollar per barel, maka harga minyak tidak akan dinaikkan khususnya harga minyak yang bersubsidi,” ucapnya saat menghadiri acara pembukaan Rapimnas SOKSI di Bandung
Misbakhun menjelaskan, pemerintah telah melakukan perhitungan cermat dan memastikan anggaran subsidi energi masih aman hingga akhir tahun, asal rata-rata harga minyak tidak melampaui batas tersebut.
Walaupun harga pasar global sempat menembus angka lebih dari 100 dolar AS per barel, ia menilai situasi lapangan saat ini masih terkendali mengingat Indonesia pernah menghadapi kondisi harga minyak di bawah 70 dolar AS per barel.
“Jadi masih dalam kategori yang sangat aman untuk pemerintah untuk tetap memberikan subsidi,” katanya
Selain masalah energi, Misbakhun menyinggung soal nilai tukar rupiah.
Menurutnya, pemerintah bersama Bank Indonesia harus terus menempuh langkah strategis guna menjaga stabilitas kurs rupiah pada posisi yang semestinya.
Upaya yang serius upaya untuk melakukan stabilisasi nilai tukar kepada nilai yang sebenarnya.
“Gubernur Bank Indonesia telah menyampaikan bahwa rupiah under value, sehingga perlu membawa rupiah kepada nilai yang under value itu nilai yang pastinya di mana dan itu menjadi tugas dari Bank Indonesia,” katanya.
Ia mengingatkan, bahwa ketidakpastian stabilitas rupiah berpotensi memicu lonjakan harga barang impor.
“Kenaikan tersebut terjadi karena nilai kurs yang membubung tinggi melewati batas normatif sehingga berisiko memberi tekanan baru terhadap inflasi nasional,” pungkasnya.







