Menu ✖

Mode Gelap

Daerah · 21 Agu 2026 10:21 WIB

KPK Menyita Ratusan Juta Rupiah Operasi Tangkap Tangan Unsoed


					Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Akhmad Sodiq, Perbesar

Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Akhmad Sodiq,

INDEPENDENSIBER.com – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 14 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Purwokerto dan Jakarta pada Kamis 21 Agustus 2026.

Petugas mencokok 12 orang di Purwokerto, Jawa Tengah, serta dua orang lainnya di Jakarta. Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) termasuk salah satu pihak yang tertangkap di Jakarta.

Penyidik langsung mengiring dua orang dari Jakarta ke Gedung Merah Putih KPK guna menjalani pemeriksaan intensif.

Sementara itu, 12 orang yang tertangkap di Purwokerto menjalani pemeriksaan awal di Polresta Banyumas.

Tim penyidik lantas memboyong tujuh orang dari Banyumas menuju Jakarta untuk penggalian keterangan lebih lanjut.

Rangkaian investigasi ini membongkar praktik penyimpangan pada proses penerimaan mahasiswa baru.

Penyitaan Uang Tunai dan Pembekuan Saldo Rekening Bank

Penyidik KPK menemukan serta menyita sejumlah barang bukti bernilai fantastis selama operasi berlangsung.

Tim berhasil mengamankan uang tunai sekitar Rp665 juta dari para pihak yang tertangkap.

KPK juga mendapati saldo simpanan pada rekening bank dengan nilai mencapai Rp99 juta.

Penemuan barang bukti tunai ini memperkuat dugaan adanya transaksi haram dalam proses penerimaan mahasiswa.

Penyidik mengaitkan uang ratusan juta rupiah tersebut dengan penetapan tarif atau imbalan kelulusan jalur mandiri.

Sorotan KPK Terhadap Penyalahgunaan Relasi Kuasa Pendidikan

Lembaga antirasuah sangat menyayangkan dugaan praktik korupsi pada ranah pendidikan tinggi.

Kejahatan ini mencederai penanaman nilai moral serta pembentukan karakter generasi muda.

Fenomena penyimpangan yang terjadi sejak tahap awal seleksi masuk kampus memperburuk citra dunia akademik.

Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, menyoroti penyalahgunaan posisi jabatan oleh para pejabat kampus.

“Dalam perkara ini, KPK melihat adanya relasi kuasa yang kemudian dugaan  penyalahgunan oleh sejumlah pihak. Kewenangan yang seharusnya untuk menjalankan proses penerimaan mahasiswa baru yang objektif dan sesuai ketentuan, justru dimanfaatkan untuk menentukan tarif atau imbalan tertentu,” ungkap Achmad Taufik Husein.

Achmad Taufik Husein menambahkan bahwa tindakan tercela tersebut memicu dampak buruk yang meluas.

“Hal ini tentunya membawa efek domino, bukan hanya mencederai prinsip keadilan, tetapi juga merusak kepercayaan terhadap institusi pendidikan,” lanjut Achmad Taufik Husein.

Penyidik terus mendalami aliran dana serta keterlibatan pihak lain dalam skandal penerimaan mahasiswa ini.

Langkah tegas KPK bertujuan mengembalikan integritas serta kepercayaan publik terhadap sistem seleksi perguruan tinggi negeri.

 

 

Artikel ini telah dibaca 9 kali

Avatar photo badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Liga Mandiri KU-15 PSSI Purbalingga 2026 Rampung, Braling United Juara 1

27 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Komite Pembinaan Usia Muda Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Purbalingga merampungkan Turnamen Liga Mandiri Kelompok Usia 15 Tahun 2026 di lapangan hijau Desa Gembong.

FGBI Jawa Tengah Dorong Penguatan Kemahiran Berbahasa Indonesia, Lahirkan Talenta Sastra Berbakat Lomba Baca Puisi dan Berpidato

27 Oktober 2026 - 13:49 WIB

FGBI sukses merampungkan babak final lomba baca puisi dan berpidato tingkat provinsi di Gedung Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Semarang, Senin, 26 Oktober 2026.

Panitia Pilkades Belum Mengumumkan DPT

25 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Polres Purbalingga dan Bapanas Turun Ke Pasar Cek Harga Sembako

16 Oktober 2026 - 16:07 WIB

MGMP Bahasa Indonesia SMP Purbalingga Gelar Lomba Berpidato dan Baca Puisi Memperingati Bulan Bahasa 2026

7 Oktober 2026 - 12:36 WIB

MGMP SMP Purbalingga menggelar Lomba Bulan Bahasa SMP Purbalingga 2026 cabang baca puisi dan pidato

Menelisik Berbagai Tantangan Klasik dan Kontemporer Pendidikan di Indonesia

5 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Trending di Nasional