PURBALINGGA,INDEPENDENSIBER.COM- Kepedulian sosial Relawan Purbalingga Peduli (RPP) benar-benar mengedepankan kepekaan dan kepedulian sosial. Komunitas ini telah melaksanakan bantuan evakuasi dan pemakaman jenazah B20 (HIV) pada Sabtu (9/5/2026) kemarin.
Evakuasi berawal saat penjemputan jenazah, pemulasaraan di RSUD Goeteng Taroenadibrata. Kemudian pengantaran ke lokasi pemakaman, hingga pendampingan prosesi pemakaman sampai rampung.
Seluruh rangkaian penanganan berlangsung aman, tertib, dan penuh kepedulian. Tidak ditemukan adanya rasa takut, penolakan bahkan penolakan dari warga sekitar.
Bahkan sebelum personil tiba, warga telah menyiapkan fasilitas pemandian jenazah di rumah duka sebagai bagian dari proses pemulasaraan, dengan pemahaman awal bahwa jenazah dapat dimandikan seperti pada umumnya.
Pada tahap pemulasaraan di RSUD, ibu-ibu warga setempat yang biasa menangani jenazah di desa turut membantu proses pemandian jenazah sebagai bagian dari keterlibatan masyarakat dalam penghormatan terakhir.
Warga juga terlibat dalam penggalian liang lahat, pengantaran jenazah, hingga mengikuti prosesi pemakaman bersama relawan sampai selesai.
Koordinator Relawan Purbalingga Peduli, Wijil Satrio Bagus, menyampaikan bahwa kondisi di lapangan menunjukkan penanganan dapat berjalan dengan baik tanpa menimbulkan kepanikan di masyarakat.
“Secara teknis di lapangan terlihat penanganan berjalan aman, layak, dan manusiawi tanpa menimbulkan kepanikan. Hal ini sekaligus menjadi bagian dari edukasi agar masyarakat tidak memiliki rasa takut berlebihan terhadap penanganan jenazah penyakit menular,” tuturnya.
RPP menilai kejadian ini menjadi gambaran bahwa edukasi dan pendekatan kemanusiaan mampu membangun pemahaman masyarakat dalam penanganan jenazah secara lebih bijak, tanpa stigma maupun diskriminasi.
Pihaknya juga menegaskan komitmen untuk terus mendorong edukasi terkait penanganan jenazah penyakit menular. Tujuannya agar tidak terjadi stigma negative di tengah masyarakat.
“Setiap jenazah tetap berhak mendapatkan penghormatan terakhir secara layak, aman, dan manusiawi,” katanya.







