Menu

Mode Gelap

Oto Tekno · 17 Mei 2026 07:17 WIB

Purbaya Yudhi Sadewa: Masyarakat Jangan Panik Rupiah Melemah, Tak Seperti tahun 1998


					Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadew Perbesar

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadew

INDEPENDENSIBER.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta masyarakat tidak panik menyusul pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level Rp17.500 per dolar AS.

Menurutnya, kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih jauh lebih baik ketimbang krisis moneter 1998.

Purbaya menilai fundamental ekonomi domestik masih cukup kuat, sehingga pemerintah optimistis mampu memperbaiki posisi rupiah dalam waktu dekat.

“Enggak perlu panik karena fondasi ekonomi bagus. Kita tahu betul kelemahannya di mana dan bisa kita betulin. Kita enggak akan sejelek seperti 98 lagi,” ujar Purbaya.

Lebih lanjut, Purbaya mengatakan bahwa upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah memang menjadi kewenangan bank sentral, yakni Bank Indonesia.

Meski demikian, Kementerian Keuangan juga menyiapkan langkah strategis untuk membantu memperkuat stabilitas pasar keuangan domestik.

Salah satu fokus utama pemerintah saat ini ialah menjaga stabilitas pasar obligasi (bond market) agar arus modal asing tidak terus keluar dari Indonesia.

“Itu kan tugas bank sentral. Cuma kita sedang ambil langkah-langkah untuk membantu memperkuat juga dari sisi bond market. Mungkin kita coba lihat apakah kita bisa masuk untuk membantu apa enggak, tetapi pasti ke depan akan ada perbaikan, jadi jangan takut,” katanya

Purbaya menjelaskan, stabilitas pasar surat berharga negara menjadi poin penting demi menjaga kepercayaan investor di tengah tekanan global.

Menurutnya, ketika pasar obligasi stabil, investor tidak akan terburu-buru melepas aset karena khawatir mengalami capital loss atau kerugian akibat penurunan harga obligasi.

Sebaliknya, jika harga obligasi kembali menguat, investor justru berpotensi memperoleh capital gain sehingga dapat menarik kembali aliran modal asing masuk ke pasar domestik.

“Kalau bond market stabil, orang itu enggak jual, mereka enggak takut dengan capital loss, yang keluar juga akan berkurang. Apalagi kalau nanti bond-nya menguat, kan ada potensi capital gain, biasanya mereka suka,” pungkas Purbaya.

Artikel ini telah dibaca 11 kali

Baca Lainnya

Anggota Pramuka Purbalingga Punya Rescue Café, Kedai Kopi Bernuansa Penyelamatan

4 Juli 2026 - 16:27 WIB

Rescue Café, kedai kopi besutan anggota Pramuka Peduli (Pramuli) Gerakan Pramuka Kwarcab Kabupaten Purbalingga menyediakan ruang diskusi yang representatif maupun sarana bercengkerama mengobrol santai. Sumber Foto: Humas dan Informatika Kwarcab Purbalingga

Aturan Penggunaan Resmi Logo HUT ke-81 RI

30 Juni 2026 - 14:30 WIB

Logo HUT RI 2026

Desain Karya Fajar Novario Jadi Logo HUT ke-81 RI

30 Juni 2026 - 14:07 WIB

Wakil Menteri Sekretariat Negara Juri Ardiantoro menyampaikan hasil pemilihan dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin 29 Juni 2026.

Prakiraan Cuaca Banyumas 30 Juni–4 Juli 2026

30 Juni 2026 - 13:30 WIB

Prakiraan Cuaca Banyumas

Prakiraan Cuaca Cilacap 30 Juni–4 Juli 2026

30 Juni 2026 - 12:46 WIB

Prakiraan Cuaca Cilacap

Prakiraan Cuaca Banjarnegara 30 Juni–4 Juli 2026

30 Juni 2026 - 12:00 WIB

Prakiraan Cuaca Banjarnegara
Trending di Daerah