Menu

Mode Gelap

Gaya Hidup · 14 Agu 2026 14:14 WIB

Puskesmas Serayu Larangan Purbalingga Resmi Beroperasi, Fasilitas Baru


					Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif meresmikan gedung rawat inap dan unit Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar di Puskesmas Serayu Larangan, Kecamatan Mrebet. Perbesar

Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif meresmikan gedung rawat inap dan unit Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar di Puskesmas Serayu Larangan, Kecamatan Mrebet.

INDEPENDENSIBER.COM – Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif meresmikan gedung rawat inap dan unit Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar di Puskesmas Serayu Larangan, Kecamatan Mrebet.

Acara peresmian ditandai dengan pemotongan pita sebagai tanda selesainya pemulihan bangunan yang berlangsung pada Tahun Anggaran 2025.

Seluruh pekerjaan rehabilitasi menelan biaya sebesar Rp808,452 juta dan menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Purbalingga dalam meningkatkan kualitas sarana serta layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat.

Bupati Fahmi menyampaikan bahwa sektor kesehatan menjadi salah satu pilar utama pembangunan daerah karena merupakan tolok ukur kemajuan peradaban suatu wilayah.

Pemerintah wajib menjamin setiap warga memperoleh akses pelayanan kesehatan yang semakin baik, terutama bagi kelompok masyarakat dengan kemampuan ekonomi terbatas.

“Salah satu fokus pembangunan Kabupaten Purbalingga tahun 2027 adalah sektor kesehatan, sosial dan kesejahteraan,” ujar Fahmi.

Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Purbalingga berencana mengalokasikan anggaran sekitar Rp40 miliar pada tahun 2027 guna mendukung pencapaian jaminan kesehatan Universal Health Coverage tanpa batasan kepesertaan.

Melalui kebijakan tersebut, setiap orang yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat memperoleh haknya sesuai ketentuan yang berlaku tanpa terhalang status kepesertaan.

“Meski dengan keterbatasan anggaran yang ada, kebutuhan mendasar akses fasilitas kesehatan harus menjadi prioritas di Pemkab Purbalingga,” tambahnya.

Pemerintah daerah juga memberikan apresiasi kepada jajaran Puskesmas Serayu Larangan atas capaian luar biasa berupa angka nol kematian ibu hamil maupun bersalin selama dua tahun terakhir.

Fahmi berharap sarana dan prasarana yang telah pulih dapat semakin mendukung tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada setiap warga.

“Semoga lebih baik lagi kerjanya memberikan pelayanan kepada masyarakat yang datang,” harapnya.

Puskesmas Serayu Larangan kini melayani sembilan desa dengan jumlah penduduk sasaran mencapai 39.623 jiwa, di mana 26.846 orang di antaranya merupakan peserta jaminan kesehatan.

Penyakit yang paling banyak ditangani meliputi gangguan pencernaan, infeksi saluran pernapasan, serta penyakit tidak menular seperti tekanan darah tinggi dan gula darah. Selain itu, penanganan penyakit menular seperti TBC, demam berdarah dan demam tifoid juga menjadi fokus pelayanan sehari-hari.

Sebagai salah satu dari 11 puskesmas yang memiliki fasilitas rawat inap di wilayah ini, Puskesmas Serayu Larangan kini dilengkapi ruang bersalin dengan dua tempat tidur, ruang perawatan ibu nifas dengan tiga tempat tidur, serta tiga ruang perawatan umum yang masing-masing berisi tiga tempat tidur.

Tingkat pemanfaatan tempat tidur saat ini mencapai sekitar 50 persen dan terus menunjukkan peningkatan, dengan rata-rata penanganan 15 persalinan setiap bulan.

Puskesmas juga meluncurkan inovasi layanan berupa konsultasi kesehatan melalui pesan singkat serta program pengantaran dan penjemputan ibu yang akan bersalin.

Kepala Puskesmas Serayu Larangan, Dwi Setiono, menyampaikan bahwa pembaruan gedung ini merupakan perubahan besar yang telah lama menjadi harapan seluruh warga dan tenaga kesehatan.

“Ruang rawat inap yang lapuk termakan usia berubah menjadi gedung yang kokoh dengan area parkir luas dan tertata,” ungkap Dwi.

Pembaruan tidak hanya menyentuh bangunan fisik, tetapi juga mencakup pemasangan sumber tenaga cadangan serta penggantian peralatan kesehatan agar pelayanan berjalan lebih lancar dan memadai.

Resmi Beroperasi, Fasilitas Baru

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Purbalingga, dr. Jusi Febrianto, menilai pembaruan sarana ini sebagai bentuk perhatian nyata pemerintah daerah terhadap peningkatan taraf kesehatan masyarakat.

Ia juga memberikan apresiasi atas capaian angka nol kematian ibu yang berhasil dipertahankan selama dua tahun.

“Sebagai kepala dinas kesehatan, tugas paling sulit adalah menurunkan angka kematian ibu,” kata Jusi.

Selain itu, Puskesmas Serayu Larangan juga menjadi yang pertama menerapkan sistem pelayanan terpadu SPHERES guna meningkatkan efisiensi kerja serta kualitas pelayanan kesehatan bagi setiap masyarakat yang datang.

 

 

Artikel ini telah dibaca 3 kali

Avatar photo badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Polres Purbalingga dan Senopati Academy 3 Purbalingga Gelar Pelatihan Paham AI di SMK Muhammadiyah

8 September 2026 - 23:21 WIB

Pelatihan Paham AI Polres Purbalingga membekali siswa pengetahuan teknologi, etika digital, serta pencegahan hoaks demi keamanan informasi

Kwarcab Purbalingga Adakan Estafet Tunas Kelapa di 18 Kwarran, Dukung ETK Kwarda Jawa Tengah.

6 September 2026 - 00:57 WIB

Rangkaian Estafet Tunas Kelapa Purbalingga 2026 berlangsung semarak di Bukateja dengan pertunjukan seni dan penyerahan simbolis kepramukaan.

Estafet Tunas Kelapa Kwarda Jateng 2026 Masuk ke Kwarcab Purbalingga

5 September 2026 - 22:53 WIB

Estafet Tunas Kelapa Jawa Tengah di Purbalingga berlangsung meriah serta menyebarkan pesan kedamaian bagi seluruh anggota Pramuka dan masyarakat.

Pemungutan Suara Pilkades Digelar 10 Desember Tahun Ini

3 September 2026 - 18:55 WIB

APBD Perubahan Purbalingga 2026 Disahkan

2 September 2026 - 15:17 WIB

Fahmi Tegaskan Netralitas Jelang Pilkades 184 Desa di Purbalingga

1 September 2026 - 13:27 WIB

bupati Fahmi saat rapat pilkades
Trending di Daerah