Beberapa faktor utama turut menentukan arah gerak rupiah hari ini. Dari sisi eksternal, kebijakan moneter bank sentral AS tetap menjadi fokus utama.
Spekulasi mengenai pergerakan suku bunga di sisa tahun 2026 terus memengaruhi kinerja mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Indeks dolar AS yang bertahan di posisi tinggi turut memberikan tekanan bagi nilai tukar mata uang kawasan Asia.
Kondisi geopolitik juga memiliki andil besar. Ketegangan di kawasan Selat Hormuz yang belum sepenuhnya mereda memicu kekhawatiran di pasar keuangan dunia.
Situasi ini mendorong investor memilih aset yang dinilai lebih aman, sehingga permintaan terhadap dolar AS tetap terjaga kuat.
“Bank Indonesia senantiasa memantau pergerakan nilai tukar dan siap melakukan langkah intervensi pasar valuta asing apabila diperlukan,” ujar perwakilan BI.







