INDEPENDENSIBER.COM – Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) terus berupaya menghidupkan kembali pemikiran dua tokoh ekonomi nasional asal Banyumas, Raden Mas Margono Djojohadikusumo serta Prof. Sumitro Djojohadikusumo.
Langkah strategis ini menjadi fondasi utama guna membangun sistem ekonomi kerakyatan yang berkeadilan serta berkelanjutan bagi masyarakat luas.
Gagasan tersebut mengemuka lewat pemaparan Rektor UMP, Prof. Dr. Jebul Suroso, bertajuk “Menghidupkan Spirit Margono dan Sumitro Sebagai Pilar Keadilan Sosial”.
Rektor menegaskan bahwasanya gagasan pemikiran kedua tokoh sejarah tersebut tidak boleh sekadar menjadi catatan masa lalu, melainkan wajib menjadi gerakan nyata demi kemaslahatan masyarakat luas.
Rektor UMP memaparkan bahwa Margono Djojohadikusumo merupakan tokoh bangsa kelahiran Banyumas.
Wilayah Banyumas secara historis terkenal melahirkan etos blakasuta yang berkarakter egaliter, lugas, serta berpihak terhadap keadilan sosial.
Karakter khas inilah yang melandasi pemikiran sosok penggagas Bank Negara Indonesia sekaligus penganjur kuat gerakan koperasi tersebut.
Ia menegaskan bahwasanya UMP menempatkan kelembagaan sebagai murid ideologis dari pemikiran Margono maupun Sumitro.
UMP menghadirkan pelbagai program nyata yang berfokus terhadap pemberdayaan masyarakat.
Salah satu bentuk konkretnya yakni program Rumah Bertumbuh Indonesia guna membantu warga terbebas dari jeratan rentenir.
Serta praktik pinjaman merugikan, sembari memberikan pendampingan agar mampu tumbuh mandiri.
Selain itu, UMP memperkuat keberpihakan terhadap kelompok termarjinalkan lewat program beasiswa serta pemberdayaan sosial.
Bukan hanya itu, UMP mengemban gerakan Rumah UMKM sebagai wadah pendampingan pelaku usaha mikro.









