JAKARTA,INDEPENDENSIBER.COM -Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah inisiatif nasional yang diluncurkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mulai 2025.
Program ini untuk mengatasi malnutrisi dan stunting pada anak sekolah (PAUD-SMA), santri, balita, dan ibu hamil/menyusui.
Program ini bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan melalui peningkatan gizi, dengan anggaran signifikan yang diintegrasikan ke komponen pendidikan di APBN, meski memicu perdebatan mengenai potensi pergeseran anggaran pendidikan konvensional.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyampaikan, program MBG akan diberikan sesuai dengan jumlah kehadiran siswa di sekolah. Apabila libur, maka MBG akan menghentikan penyalurannya.
Usulan adanya efisiensi dana untuk MBG membuat Dadan menegaskan makanan harus sesuai jumlah kehadiran siswa di suatu sekolah.
“Khusus untuk anak sekolah, MBG akan disalurkan bila mereka hadir di sekolah,” tuturnya seperti dikutip dari Antara, akhir pekan kemarin.
Kemudian ia mencontohkan, jika sekolah masuk selama lima hari, maka MBG akan diberikan sesuai hari aktif itu.
Jika sekolah lima hari, maka mereka akan mendapatkan MBG lima hari, sementara jika ada sekolah yang enam hari, maka MBG diberikan enam hari.










