Adapun pembagian MBG pada 2026 akan difokuskan pada peningkatan kualitas. Hal itu sebagaimana diperintahkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Penyaluran dilakukan berbasis penerima yang telah didata. Makanan yang disalurkan juga merupakan makanan segar siap santap.
“Untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita ke posyandu atau rumah, sementara siswa ke sekolah masing-masing. Santri dan anak sekolah keagamaan lainnya ke tempat mereka mondok. Jika libur, maka MBG berhenti disalurkan,” rinci Dadan.
Seperti diketahui, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut bahwa jika ada efisiensi MBG, maka penghematan dana sebanyak Rp 40 triliun dalam setahun.
“Biasanya selama sepekan MBG enam hari. Lalu Kepala BGN bilang lima hari. Jadi ada efisiensi juga dari MBG, ada pengurangan cukup banyak tuh. Dia bilang saja bisa (hemat) Rp 40 triliun setahun,” jelas Purbaya.
Efisiensi tersebut rencananya dilakukan sesuai dengan jumlah hari operasional. Misalnya, dari pemberian sebanyak enam kali menjadi lima kali dalam sepekan.
“Biasanya sepekan MBG enam hari. Laluam (Kepala BGN) bilang lima hari. Jadi ada efisiensi juga dari MBG, ada pengurangan cukup banyak tuh. Dia bilang saja bisa (hemat) Rp 40 triliun setahun,” kata Purbaya. (Tim Redaksi)







