Sembilan Petugas Kibarkan Merah Putih
Alika Shifaul Husna dari kelas XI Akuntansi A bertugas membawa bendera.
Ia mengaku bangga karena mampu menuntaskan tugas sesuai protokol.
Menurut Alika, upacara di Golaga memiliki perbedaan mencolok dibandingkan kegiatan serupa di lapangan terbuka.
“Upacara di lapangan terbuka umumnya memerlukan personel dalam jumlah banyak, sedangkan di dalam gua ini hanya membutuhkan 9 personel,” katanya.
Persiapan latihan selama satu minggu terasa cukup bagi tim Paskibra.
Sebagian besar anggota tim memiliki pengalaman sebagai Paskibra tingkat kecamatan pada 2025 sehingga latihan di Golaga lebih banyak berfokus pada pemantapan keterampilan.
“Ini luar biasa sekali bagi saya. Sangat menyenangkan karena tidak semua orang bisa terpilih menjadi petugas pengibar bendera di hari lahir Republik Indonesia ini,” katanya.
Lindha Andiny, murid kelas X Akuntansi A asal Desa Mendelem, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, juga merasakan kesan mendalam.
Ia mengaku jarang berkunjung ke Golaga sejak kecil.
“Sangat luar biasa. Karena saya dari Mendelem Pemalang, jadinya jarang lah ke sini. Ke sini juga masih kecil, pemandangan Goa Lawa yang sangat bagus dan estetik, jadinya terkesan banget,” katanya.
Menurut Lindha, upacara di dalam gua turut membangkitkan semangat patriotisme untuk mengenang jasa para pejuang kemerdekaan.
“Khidmat sekali tadi upacara. Terkesan sekali, tergugah untuk terus merawat Indonesia. Menjaga kebudayaannya, menjaga tempat-tempat bersejarahnya, dan belajar dengan baik,” katanya.









