Tradisi Tahunan Golaga
Guru pendamping SMK Ma’arif NU Karangreja, Shoibul, menjelaskan bahwa sekolah memiliki kerja sama rutin dengan manajemen Golaga.
Setiap tahun, lokasi tugas upacara bergiliran antara tingkat kecamatan dan Golaga.
“Setiap tahunnya itu bergiliran. Untuk tahun ganjil itu kita bertugas di kecamatan, tahun genap biasanya bertugas di Golaga,” katanya.
Tim Paskibra terdiri atas sembilan murid, mencakup ajudan, pemimpin upacara, dan komandan peleton.
Sekolah juga mengirim 16 murid untuk paduan suara serta 25 murid sebagai peserta upacara.
Keikutsertaan para murid bertujuan memupuk nasionalisme sekaligus memperkenalkan keunggulan sekolah kepada masyarakat.
“Murid-murid kita punya prestasi. Baik di tingkat kecamatan maupun umum seperti objek wisata Golaga ini,” katanya.
Shoibul menambahkan, keterlibatan murid juga selaras dengan implementasi mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn).
“Ini sebagai bentuk patriotisme, nasionalisme anak-anak, baik yang bertugas, paduan suara, maupun peserta upacara,” tuturnya.
Manajer Golaga Abu Suratin mengatakan upacara kemerdekaan di dalam gua telah menjadi tradisi tahunan.
Pada 2026, Golaga memasuki pelaksanaan ketujuh setelah menggelar agenda serupa pada 2019, 2021, 2022, 2023, 2024, dan 2025.
“Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka HUT RI Republik Indonesia ini sudah menjadi tradisi managemen Golaga,” katanya.
Abu Suratin mengaku merasakan getaran tersendiri saat memimpin perayaan kemerdekaan di ruang bawah tanah.
“Untuk temanya masih mengikuti tema nasional, yakni Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur,” katanya.









